Memaksimalkan Sumber Daya Organisasi TI dalam Menghadapi Cloud Computing

18/09/2015 | Posted by Admin
Memaksimalkan Sumber Daya Organisasi TI dalam Menghadapi Cloud Computing

Layanan cloud computing adalah terobosan teknologi informasi di mana bisnis memanfaatkan teknologi informasi yang mendorong evolusi dari peran, proses, keterampilan dan struktur organisasi TI agar beralih atau berevolusi menjadi IT as a Services (ITaaS). Saat ini, CIO harus bekerja keras untuk melakukan transisi yang mendukung proses cloud computing.


Teknologi sebagai Penggerak Perubahan
Kemampuan teknologi  telah mengubah cara bekerja. Saat ini, banyak organisasi TI yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung serta mempermudah dalam melakukan perkerjaan, seperti penggunaan Personal Computer (PC) dan end usercomputing, internet dan e-Business, mobile devices, dan sebagainya. Hal ini membuat organisasi TI mencari keuntungan yang akan didapat dari penggunaan layanan yang berbasis cloud (cloud-base service).
Di bawah ini merupakan penyebab mengapacloud computing begitu transformatif, diantaranya:
1. Inputs
Sebagian besar service tersedia dan bersumber dari luar organisasi dan hal ini membuat TI harus bersaing.


2. Processes
Transisi layanan bisnis mempengaruhi seluruh nilai pada TI dan operasional, termasuk keterampilan staffTI dan solusi TI.

3. Outputs
Hal ini bukan hanya perubahan dalam bagaimana TI menyediakan layanan, tetapi juga dalam bagaimana bisnis memanfaatkan TI. Bisnis dan TI harus menyesuaikan peran dan tujuan bersama-sama.

Saat ini, semakin banyak bisnis yang telah menggunakan cloud computing, alasannya tidak hanya pada segi biaya, tetapi juga dalam skalabilitas dan kelincahannya (agile). Cloud menyediakan platform yang lebih baik untuk pertumbuhan bisnis.

PerubahanRoles dan Skills pada Cloud Computing
Beralihnya TI menjadi cloud computing akan berdampak pula pada roles dan skills yang dibutuhkan. Beberapa roles baru akan muncul seperti Service Ownerdan Cloud Architect. Sedangkan roles yang lain, seperti Business Advisor dan Provider Managerakan mendapatkan peran yang lebih serta menempati posisi sentral. Namun, cloud computing membuat staff TI harus mempunyai skills dan pengalaman yang lebih luas. Selain itu, personal skills yang lebih kuat sangat diperlukan. Staff TI harus lebih komunikatif, kolaboratif, dan dapat lebih bekerja sama baik secara eksternal maupun internal. Mereka juga harus memilikikecerdasan bisnis dan kepercayaan diri untuk menghadapi cloud computing.

Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai roles dan responsibilities pada cloud computing:
1. Provider Manager
Menjaga hubungan dengan vendor dan penyedia layanan lainnya dan berkerjasama dengan mereka guna memenuhi layanan yang diperlukan.

2. Cloud Architect
Mengatur cloud platform untuk layanan end-to-end business, memastikan koherensi computing environment.

3. Cloud Administrator
Mengatur operasi, performance, konfigurasi cloud.

4. Automation Engineer
Menyediakan integrasi teknologi, pengelolaan sumber daya.

5. Service Manager
Mengatur desain, sumber daya, operasi, delivery, service level pada  service catalog.

6. Business Advisor
Membantu organisasi dalam memenuhi kebutuhan informasi yang berbasis cloud-based service.

7. Financial Manager
Mengatur finansial, transparansi biaya, mengatur biaya operasional dan investasi untuk cloud platform.

Untuk menghadapi cloud computing diharapkan seluruh staff meningkatkan skill-nya. Dengan roles, career path, dan skills yang dibutuhkan, diharapkan IT Leaders lebih memperhatikan pengembangan roles, career path, dan skills staff.

Struktur Organisasi pada Cloud Computing
Organisasi TI mengalami perubahan seiring dengan berubahnya roles dan skills.Struktur organisasi yang ada biasanya masih bersifat silo. Seiring dengan beralihnya layanan TI menjadi cloud computing, secara otomatis struktur organisasi mengalami perubahan.

Pada cloud computing, system dan stogareterintegrasi di bawah arsitektur private cloud. Tim service management fokus kepada delivery, finansial, dan marketing. Tim yang lain fokus kepada virtualisasi dan automasi infrastruktur dan service delivery. Tujuan utama organisasi adalah memastikan pendapatan(revenue) dari bisnis.

Model traditional roles and teknologi merupakan hal yang tetap penting, tetapi tetap harus lebih diperdalam. Setiap staff mempunyai skills yang dapat mendukung operasional. Beberapa staff menghadapi ancaman terhadap karirnya akibat dari perubahan role danorganisasi TI, sehingga IT Leadershipdapat melakukan 3 (tiga) langkah terkait hal ini, yaitu:
1. Berbicara secara terbuka mengenai cloud sehingga dapat memberikan peluang bisnis;
2. Menjalin kerjasama untuk mengatasi silo, termasuk alokasi staffguna memfasilitasi on-the-job training; dan
3. Membuat incentive, sertifikasi, extensive training, termasuk mengenai cloud architect.

Staff IT diharapkan memiliki skills dan memiliki rencana untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini juga diikuti oleh perusahaan yang harus dapat mengelola biaya untuk menjalankan rencananya.

Perencanaan Staff pada Cloud Computing
Organisasi TI telah mengalami perubahan, oleh karena itu IT Leader harus menghadapinya dengan mengantisipasi perubahan skills yang dibutuhkan dan talent organisasi TI. Ini merupakan suatu tantangan untuk perencanaan staff. Dengan melihat latar belakang yang ada, organisasi harus siap dengan transisi roles dan skills untuk mengantisipasi dan tepat dalam mengelola talent supply guna memenuhi permintaan bisnis (business demand). Hal ini bukan sekedar mengisi posisi yang kosong, tetapi lebih dari itu yaitu untuk mengembangkan skills yang dimiliki oleh staff.

Organisasi (right people, roles, skills, motivation) harus mempunyai future yang akan dicapai dengan berkaca pada present yang telah dimiliki.  Dengan memperhatikan 2 (dua) aspek yang penting, yaitu supply dan demand serta denga mempertimbangkan 6 (enam) komponen, yaitu talent innovation, growth & development, current resources, opportunities, pipeline, dan current work.

Diharapkan organisasi dapat mengantisipasi dan merencanakan perubahan skills yang dibutuhkan dan talent organisasi TI, sehingga organisasi siap dengan perubahan yang terjadi akibat cloud computing.

Dampak dari Perubahan Roles & Skills terhadap Siklus Staff
Ketika roles dan skills mengalami perubahan, secara otomastis siklus staff pun mengalami perubahan. Di bawah ini adalah contoh siklus karyawan akibat implementasi cloud computing:
1. Exiting;
2. Engaging and retaining;
3. Managing performance;
4. Deploying;
5. Developing; dan
6. Sourcing.

Dari keenam jenis siklus di atas, organisasi dapat menentukan manakah staff yang akan dipertahankan, diberikan pelatihan dan pengembangan skills lain, atau organisasi dapat menentukan manakah karyawan yang akan dikeluarkan dari organisasi.[*]

Referensi;
1. Capitalizing on Cloud (EMC Corporation)
2. Jay W. Lorsch dan Paul R. Lawrence, Studies in Organization Design, Ricard D. Irwin, Inc. And Dorsey Press, Homewood, III, 1970
3. Herbert A. Simon, The new Science of Management Decision

Penulis:
Puti Mayang Raschania
IT Governance Consultant
PT. Mitra Integrasi Informatika (MII)
Informasi lebih lanjut mengenai Training Seputar CLOUD COMPUTING dapat diperoleh dengan menghubungi Metrodata Training Center di http://www.metrodata-training.com.

 

 

BACK TO TOP
Close